Jangan Bermimpi Jika Hanya Berbaring!

Jangan Bermimpi Jika Hanya Berbaring!

Sumber : Pinterest

Oleh : IMMawati Salma Dalila

 

“Katanya bermimpi setinggi langit,

Katanya kejar sampai ke negeri China,

Katanya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”

 

Ya, begitulah motivasi kata dari sang motivator kehidupan fana ini. Entah mereka lelaki atau perempuan, entah anak-anak atau bahkan yang berumur kaki 3, entah yang cinta dengan suasana gedung, rumahan,  bahkan mereka yang kini sedang menginjakkan kaki diatas lumpur, tanah, maupun papan perahu.

Mimpi. Bukan teruntuk manusia lemah. Karena manusia lemah hanya bermimpi ketika terbaring diatas ranjang. Mimpi ini teruntuk bagi mereka yang sedang berusaha agar siap menjalani hidup yang begitu multi-XYZ. Ketika X sudah kau garap dan merangkak menuju finish, kau belum siap dengan Y. Ketika Y sudah kau garap dan merangkak menuju finish, kau belum siap dengan Z. Begitu seterusnya. Kau akan mendapatkan XYZ atau bahkan dapat memulai dengan ABC dengan mimpi. Yang terkadang begitu tak adil ketika dijalankan.

 

Namanya juga hidup.

Tantangan, hambatan, kedzaliman pasti ada.

Apalagi terkadang tak disangka, teman atau sahabat atau keluarga yang akan memakan mimpimu.

 

Mimpimu, bukan mimpiku. Tapi mimpiku, kembali untuk kalian dan keturunanku. Aku punya sosok kalian, tapi kau belum tentu memiliki sosok sepertiku. Yang lemah. Yang bisanya berpikir panjang. Suka menentang idealisme kalian, yang kataku cobalah kau berpikir panjang. Terkadang aku ragu dengan mimpiku sendiri, yang kataku lagi aku punya mimpi. Karena mimpiku tidak ketika tidur diatas ranjang.

Jika kata teman yang mengataiku bocah manja dan ingusan, “Idealisme hanya dimiliki seorang pemuda” aku hanya menjawab ketika itu, kau akan tua dan memiliki anak. Tak bisa terus menentang orang kanan atau orang kiri. Tapi aku juga sering berbeda pikiran/pandangan/pendapat dengannya. Kembali lagi dengan kalimat “Namanya juga hidup”, terkadang kau memang harus memancing dengan kalimat, gaya, atau yang lainnya untuk menemukan sudut pandang pikirannya.

Tapi disini bukan tentang manusia yang mengataiku seperti itu, ini tentang mimpi.

Nyatanya, orang kanan maupun orang kiri ingin mengubah lingkungannya dengan mimpi mereka. Jadi, kau bebas menyatakan mimpi kalian kepada dunia. Dukung manusia sekitarmu. Bukan untuk dijadikan mangsa karena mereka memiliki mimpi terlalu idealism atau bahkan merebut mimpinya atau yang lebih parahnya, mematikan mimpinya. Jangan egois.

Karena kita berbeda gender, ras, suku, bahkan pandangan kita terhadap sesuatu, tetaplah kita adalah manusia gregariousness. Yang memiliki kebutuhan akan berkumpul, bermasyarakat. Untuk mewujudkan mimpi bersama. Jadi, jangan tanggung-tanggung ketika kau bermimpi. Bermimpilah yang cerdas. Yang selalu dibarengi dengan usaha dan doa yang nyata!

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

MAHASISWA DAN DILEMATIKA KEHIDUPAN VIRTUAL

Dekombat.com – Imbas pandemi corona menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, begitupun di dalam dunia pendidikan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *