Kukira Hanya Perempuan Yang Kehilangan Hakikatnya

DeKombat.com – Kukira hanya perempuan yang kehilangan hakikatnya

Ada banyak persepsi tentang perempuan itu sendiri. Dimulai dari marjinalisasi, ketidak berdayaan, penganut feminisme barat, hingga qurrata’ayun.

Rusak perempuan, maka rusaklah negara kita.

Dan aku memang banyak melihat perempuan-perempuan yang telah kehilangan fitrahnya, baik ditinjau dari segi keperempuanan itu sendiri atau dari konsepsi hamba dan manusia. Menjadi perempuan adalah soal yang riskan. Berbuat dosa ia hari ini, dosalah ayahnya, kemudian kakaknya. Kemudian berbuat dosa ia esok, dosalah suaminya, kemudian anak lelakinyapun terikut juga. Ekslusivitas penjagaan ini sesungguhnya ingin menyatakan bahwa perempuan teramat sangat perlu dijaga, karna ia mahal dan berharga. Maka ketika ia jadi sesuatu yang terombang ambing, terjamaah oleh tangan-tangan selain mahramnya. Maka sudahlah ia tak ada harganya. Sudah tidak ekslusive, boleh dirasa siapapun. Entah itu tawanya, senyumnya, perhatiannya, halus kulitnya, tepukan sapanya dan lain halnya.

Tapi sungguh, kukira hanya perempuanlah yang kehilangan hakikatnya. Tapi berdasarkan skema penjagaan dan aliran dosa yang dibuat tuhan itu, maka pahamlah aku bahwa yang kehilangan hakikat bukan hanya perempuan. Tapi para penjaga perempuan itu sendiri. Laki-laki yang ada disekitar perempuan. Baik itu ayahnya, kakak laki-lakinya, suaminya, atau bahkan anak lelakinya. Maka rusaknya perempuan hari ini, karna para penjaga itu telah kehilangan kemampuannya dalam melakukan penjagaan. Frasa itu, rusaknya negri karna rusaknya perempuan, kekurangan kalimat penunjang lain yang seharusnya perlu dikatakan juga. Bahwa rusaknya perempuan karna penjaga perempuan itu sendiri telah rusak. Kepemimpinan dan imam yang seharusnya ada dalam diri setiap lelaki, bukan hanya lelaki dewasa saja, telah tergerus entah kemana.  Mereka lupa, bahwa mereka adalah laki-laki. Kalo kata paman saya,” jika tidak punya mental lelaki, berhenti sajalah jadi lelaki mulai hari ini.” Karna menjadi lelaki, artinya menjadi pemimpin, tidak ada kata esok saja jika sudah besar, tua atau lainnya. Maka ketika kulihat lelaki hari ini masih bergelung selimut, bermain game hingga larut malam hingga tidak solat subuh, melenga-melogo saat diminta solusi permasalahan, maka ia sesungguhnya telah kehilangan kelaki lakiannya. Maka kulihat bukan hanya perempuan yang kehilangan hakikatnya.

 

Author : Immawati Annisa Nur Azizah

Editor : Tiara

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

MAHASISWA DAN DILEMATIKA KEHIDUPAN VIRTUAL

Dekombat.com – Imbas pandemi corona menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, begitupun di dalam dunia pendidikan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published.