Penangkapan Setya Novanto tidak akan berarti apa – apa

Penangkapan Setya Novanto tidak akan berarti apa – apa

sumber : https://alibaba.kumpar.com

Karya : IMMawan Fahmi Riza A

Tindakan  Setya Novanto yang ingin lepas dari jerat hukum kasus korupsi mega proyek E-ktp, membuat namanya dijadikan sebagai bahan lelucon dan olok – olok seluruh masyarakat Indonesia. Dengan berbagai manipulasi tindakan agar bisa lepas dari jerat hukum dilakunnya, mulai dari sakit parah yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit sampai tragedy menabrak tiang listrik yang membuat kepalanya benjol sebesar bakpao dengan potensi gegar otak. Semua hal tersebut malah menjadikanya sebagai objek lelucon satire politik kelas wahid dengan skala yang sangat luas.

Tidak ada satupun orang yang memiliki akal sehat akan menyangkal bahwa tindakan yang dilakukan SN adalah drama lelucon yang sangat buruk untuk dipertontonkan di khalayak publik. SN yang notabennya adalah ketua Dewan Perwakilan Rakyat serta menjadi ketua salah satu partai politik terbesar  di Indonesia, hadir di khalayak publik sebagai figure pesakitan, orang yang layak dilecehkan secara massal dan setiap tindak tanduknya dijadikan bahan bercanda masyarakat, layaknya boneka yang dijadikan sebagai mainan.

Jika dihadapkan pada kekuasaan, dalam hal ini lelucon memiliki potensi melakukan subversi atau usaha untuk menjatuhkan suatu kekuasaan. Dengan berlomba – lomba membuat lelucon seolah masyarakat ingin menciptakan kuasanya sendiri. Para penguasa yang berhadapan dengan aktivitas tertawa yang dilakukan oleh masyarakat didepan muka mereka. Akan  membuat penguasa tidak nyaman, dan melalui legitimasi kekuasaannya akan mengancam aktivitas tertawa tersebut. Sebab aktivitas tersebut membuktikan adanya cela kelemahan – kelemahan yang ada dalam diri para penguasa.

Namun masih segar dalam ingatan kita, ketika SN berhasil memenangkan kasusnya pada praperadilan. Kemudian SN melakukan serangan balik kepada orang yang telah melakukan lelucon terhadap dirinya, seperti sang pembuat meme. Ironisnya sang produsen meme dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum. Hal demikian membuktikan bahwa orang yang dilecehkan melalui lelucun dan olok – olokan tidak akan lumpuh, justru malah sebaliknya mereka akan memburu siapa saja yang dianggap mengganggu stabilitas kehidupan mereka.

Disinilah kita menyadari bahwa lelucon yang diberikan menunjukkan ketidakberdayaan kita. SN yang sudah jelas – jelas membohongi nalar publik, tidak mampu kita adili dengan kekuasaan rakyat yang berdaulat. Meskipun dia sudah ke ranah hukum, namun kita tidak dapat memastikan akankah proses hukum berjalan dengan semestinya.

Terbongkarnya kemunafikan SN yang kemudian telah menjadikannya sebagai tersangka utama kasus korupsi mega proyek e – ktp, perlulah kita kapitalisasi sebesar – besarnya untuk mempermalukan para elite politik. Namun jangan pernah berharap apa – apa terhadap kapitalisasi penangkapan SN, sebab penangkapan tersebut tidak akan berarti apa – apa untuk perubahan negri ini. Bukan tanpa alasan penulis mengatakan seperti itu, karena kekacauan dunia yang terjadi saat ini. Kekacauan ini dibuktikan dengan naiknya berbagai pemimpin yang berhaluan kanan, dengan sangat terorganisir mereka akan menghancurkan siapa saja yang menganggu kekuasaannya. Sangat naïf dan tidak realistis jika hari ini kita berharap perubahan atas kekacauan yang sedang terjadi.

Penangkapan sang produsen meme, membuktikan bahka kekuasaan SN menjadi sangat berbahaya. Dibalik mereka menertawakan penguasa dan menjadikannya bahan lelucon, mereka dalam situasi bahaya karena dapat ditindak secara hukum kapan saja.

Disinilah tindakan mengolok – olok dan melecahkan figure politik secara subjektif, harus berganti menjadi kritikan terhadap sistem dan struktur kekuasaannya. Sebab kasus SN yang telah mengangkangi logika publik adalah contoh bahwasannya para elite politik telah disokong dengan sistem yang sudah sangat sontoloyo.

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

Dua Presiden Indonesia Yang Terlupakan

Masyarakat Indonesia umumnya hanya mengenal 5 sebagai Presiden Republik Indonesia. Padahal, dalam sejarah Indonesia mencatat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *