Rabu: drunken Monster (Kumpulan kisah tidak teladan)

Buku ini bahaya(terdapat di sampul depan) memang bener kalo buku Pidi Baiq yang satu ini berbahaya, bisa buat orang yang membaca tertawa sampai sakit perut. Apalagi dengan gaya bahasa santai dan malah seperti bodo amat. Setiap BAB yang disusun selalu membuat perut semakin bingung. Sangat recommended dibaca buat orang-orang yang humor recehnya menyatu dalam sanubari jiwa.


“Dari mana?” dia tanya dalam duduknya.
“Indosiar Bu?” Itu saya balik nanya, channel teve yang ditonton.
“Dari mana?” Dia mengulang pertanyaan sebab tak puas mendapat jawaban.
“Oh, tadi, ayah pulang pas jam 8”
“Terus pas di Kircon,Kircon itu Kiaracondong, Bu”.
“Iya” matanya tetap menatap teve.
“Ayah dicegat monster!”
Percakapan di Bab Drunken monster yang panjang x lebar x tinggi = luas yang akhirnya diakhiri dengan sedikit senyum dari istrinya.


“Awan mendung diatas Simpang Dago itu kemudian menjadi hujan. Hujan yang lumayan cukup besar. Orang-orang dari berbagai keturunan pada lari mencari tempat berteduh. Saya tidak. Saya tidak nyari karna saya sudah berada di tenda penjual aneka SOP buah. Akhirnya, saya bayar juga sop buah itu dan pergi. Pergi dengan kaki yang menancap diatas pedal gas mobil. Kamu pasti bisa. Saya pergi ke daerah Dipatiukur. Kamu tidak tau ya siapa Dipatiukur itu?
Kalau mau tau tanya saja temenmu. Saya tak ada waktu”.


About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

rabu: catatan (seorang) pelajar jakarta

Catatan (seorang) pelajar jakarta Cerita Masa Silam Jakarta, Februari 1993Bel sekolah berdering panjang. Ini bel …

Leave a Reply

Your email address will not be published.