Rabu: negeri di ujung tanduk

Novel “Negeri di Ujung Tanduk menceritakan kehidupan seorang pemuda bermata sipit yang bekerja sebagai konsultan politik. Novel ini menceritakan kehidupan yang semakin rusak bukan karena terdapat orang jahat yang semakin banyak, melainkan semakin banyak orang-orang yang memilih untuk tidak peduli. Bermula dari seorang pemuda bernama Thomas yang bekerja menjadi konsultan politik dan mengusung salah satu kandidat calon presiden berinisial JD. Dengan segala bakat retorika yang sering disampaikan Thomas untuk mengusung kandidat calon presiden JD, banyak dari petinggi-petinggi negara yang ingin menjegal kandidat calon presiden JD dengan menggunakan segala cara. Padahal, jejak riwayat JD sangatlah pantas untuk menjadi calon presiden mendatang.
Dalam novel ini Thomas digambarkan sebagai sosok dengan style khasnya yang tampan, rapi, dan balutan eksekutif muda yang cerdas dan berpengaruh yang selalu melekat padanya. Dahulu Thomas bekerja sebagai konsultan ekonomi, namun sekarang merambah ke dunia politik. Pekerjaan inilah yang mendorong Thomas untuk berjuang menyelamatkan hidupnya dari ancaman para mafia hukum. Novel ini juga sedikit menyinggung masalah-masalah yang sedang meradang di Indonesia seperti kasus korupsi Bank Century.
Berawal dari perjuangan Thomas yang sedang melepaskan dirinya dari buronan karena dia dituduh menyimpan seratus kilogram bubuk heroin kelas satu. Konflik semakin rumit karena klien Thomas yang merupakan mantan walikota tersebut baru saja ditangkap kepolisian atas tuduhan kasus korupsi. Thomas sangat yakin bahwa hal semacam ini dilakukan oleh para mafia hukum agar klien Thomas gugur menjadi kandidat calon presiden.
Dalam novel ini Tere Liye mampu membawa emosi dan imajinasi pembaca dengan aksi-aksi Thomas yang heroik dalam menghadapi para mafia hukum, seperti kejar-kejaran, pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan bahkan sampai bakar-bakaran. Intensitasnya terjaga, setiap halaman novel ini mengandung tensi tersendiri.

Di Negeri Ujung Tanduk
Para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri Ujung Tanduk
Setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

rabu: rembulan tenggelam di wajahmu

Judul : Rembulan Tenggelam di WajahmuPenulis : Tere LiyeTahun Terbit : 2006Penerbit : Republika Novel …

Leave a Reply

Your email address will not be published.