RABU: Ma’rifah, Musyahadah, Mukasyafah & Mahabbah (Paradigma Baru Neo Sufisme di Kalimantan Tengah)

Editor: Tim Redaksi Dekombat

Sebelum mengulik isi buku ini, saya menyikapi tampilan dan pengemasan dari buku ini. Untuk sebuah buku yang ditulis karena beracuan pada hasil riset penulis untuk kepentingan penyelesaian studi Program Pascsarjana Magister di IAIN Antasari, dalam hal sampul dan pengemasan buku sudah cukup bagus dan sesuai dengan judul yang ada. Pada sampul dipadukan unsur artistik dari Batang Garing yang mana itu simbol filosofi mewakili kekhasan kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang berpadu dengan gambar masjid dan corak khas para ulama sufi.

Memasuki pengulasan saya tentang buku ini, pokok uraian dalam buku ini adalah berkenaan dengan konsep-konsep dalam dunia Sufisme sebagai ajaran utama, berikut riwayat sufi yang mengembangkan ajaran dimaksud pada suatu komunitas dan dimensi di mana sang sufi tersebut berafiliasi.

Tokoh sufi yang dimaksud dalam narasi saya sebelumnya yang menjadi objek kajian utama pada buku ini adalah K.H. Hadaranie H.N. Penulis menuturkan dalam konteks benang merah pada buku ini yaitu adanya penelitian serius tentang eksistensi tasawuf di Indonesia. Oleh karena itu, kajian buku ini ingin mengungkap bagaimana ajaran tokoh tasawuf K.H. Hadaranie H.N. sebagai representasi khazanah dimensi esoterisme Islam yang eksis dan berkembang di Kalimantan Tengah. Pemilihan tokoh ini didasarkan pada dua hal yaitu yang pertama, K.H. Hadaranie H.N. merupakan salah satu sentra figur agamawan dan rohaniawan yang dikenal luas di Kalimantan Tengah. Kedua, aktivitas tokoh ini dalam bidang ketasawufan sudah bisa dijadikan indikator bagi perwujudan konkret dari ajaran-ajaran tentang tasawuf yang ia ajarkan dalam forum Pengajian Khusus Tauhid dan Tasawuf, karya tulisnya, dan forum sosioreligius lainnya di Kalimantan Tengah.

Di samping ketokohan sosoknya, pertimbangan lain yang diangkat oleh penulis adalah terkait dengan substansi dari ajaran tasawuf K.H. Hadaranie H.N. yang koheren dengan inti persoalan yang menjadi background penelitian yang mengacu pada sifat ajaran tasawuf yang bernuansa pembaharuan dan pemurnian untuk kembali ke otentisitas Islam. Dalam hal ini, sasaran ajaran tasawuf yang diketengahkan K.H. Hadaranie H.N. pada masyarakat adalah untuk menyeimbangkan antara pembinaan rohani dan jasmani, mental spiritual dengan fisik material.

Memasuki inti ulasan ajaran tasawuf, khususnya ajaran tentang Ma’rifah, Musyahadah, Mukasyafah, dan Mahabbah yang diajarkan K.H. Hadaranie H.N. mengidentifikasikan bahwa sebenarnya naluri, nurani, atau fitrah manusia pada dasarnya adalah berorientasi pada agama, maka manusia secara alamiah akan mencari solusi dari segala bentuk masalah yang dihadapinya, termasuk cara-cara mistisme dan sufisme secara khusus. Tasawuf K.H. Haderanie H.N. mengikuti konsep neo-sufisme yang sudah dilakukan oleh para ulama sufi Nusantara sejak abad XVII dan XVIII. Selain itu, aktivisme tasawuf juga dibuktikan oleh K.H. Haderanie H.N. dengan terlibat aktif di berbagai organisasi keagamaan dan politik.

Kenyataan ini merupakan posisi yang unik, yang membuktikan kemampuan seorang sufi modern dalam mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat. Ini juga menjadi bukti bahwa seorang sufi bukanlah ia yang mengisolasi diri di sebuah tempat yang sunyi, melainkan justru berkontribusi bagi masyarakatnya.

Keadaan ini sekaligus membuktikan kebenaran dari pernyataan Haderanie: “Ilmu tanpa amal sama sekali tidak ada gunanya. Seyogianyalah Anda mengamalkan segala ilmu yang Anda ketahui agar Anda mendapat kemenangan dunia dan akhirat”, karena Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang mendapat azab yang paling hebat di hari kiamat ialah seorang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya.”

Author: Bid. RPK

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

rabu: rembulan tenggelam di wajahmu

Judul : Rembulan Tenggelam di WajahmuPenulis : Tere LiyeTahun Terbit : 2006Penerbit : Republika Novel …

Leave a Reply

Your email address will not be published.