SEKILAS COVID

Dunia hari ini sedang menghadapi sebuah wabah yang sangat besar atau biasa kita sebut dengan pandemi dengan kode covid-19. Pandemi ini menimbulkan beberapa isu di masyarakat yang cukup membuat heboh. Salah satu isu yang berkembang di masyarakat adalah isu tentang ekonomi karena banyak diantara masyarakat Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja dikarenakan dampak oleh covid-19. Beberapa perusahaan melakukan PHK ini dikarenakan penurunan penerimaan perusahaan selama masa pembatasan yang dijalankan di beberapa daerah dan himbauan pemerintah untuk menutup sementara perusahaan mereka. Dalam hal ini pemerintah telah meluncurkan beberapa simulasi untuk mengembalikan keadaan ekonomi masyarakat agar kembali stabil salah satunya adalah membuka secara bertahap pembatasan wilayah dan memperlakukan normal baru. Tetapi cara ini ini belum belum dapat mengembalikan perekonomian masyarakat seperti sedia kala karena masih banyak diantara perusahaan yang belum membuka kembali gerai mereka dan juga daya beli masyarakat kita yang masih loyo karena dampak covid-19.
Beberapa ahli dalam bidang ekonomi telah memberikan ide kepada pemerintah untuk mengembalikan perekonomian masyarakat, salah satu ide tersebut adalah melakukan cetak uang dengan berbasis proyek pemerintah. Pencetakan uang ini untuk membantu sektor riil dalam ekonomi agar roda perekonomian berjalan kembali. Akan tetapi hal ini menimbulkan banyak perdebatan karena ada ahli yang menyatakan bahwa dengan dicetaknya uang, akan menimbulkan inflasi. Ide lain yang diberikan adalah dengan melakukan swasembada pangan karena selama ini negara kita sering melakukan impor bahan pangan dari negara Thailand. Dalam masa pandemi, Vietnam juga melakukan pembatasan ekspor demi memperkuat cadangan pangan mereka. Seharusnya kita tidak perlu melakukan impor bahan pangan seperti beras dan lain-lain karena kita dapat melakukan swasembada pangan sendiri dan saat pandemi ini berakhir kita dapat mengekspor hasil swasembada pangan yang telah kita lakukan, sehingga negara kita akan memiliki ekonomi yang kuat dalam sektor pangan. Adapun opini yang berkembang kuat di masyarakat adalah bahwasannya kondisi hari ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mencari keuntungan, salah satunya mereka menganggap bahwa virus ini sengaja diciptakan agar mereka dapat menjual vaksin.
Beberapa orang meyakini bahwa virus ini dibuat untuk kepentingan tertentu. Seperti penguasaan secara politik dan bisnis secara global. Banyak teori konspirasi yang beredar dan menjadi kepercayaan sebagian orang yang menjadikan Bill Gates sebagai korbannya. Video pidato Bill Gates pada tahun 2015 yang membahas tentang perlunya persiapan pembuatan vaksin untuk menaggulangi pandemi inilah yang menimbulkan tanda tanya di sebagian orang. Agak sangat aneh rupanya Bill Gates yang diperkirakan bukan ahli kesehatan mampu memprediksi kedatangan pandemik bertahun kemudian. Hal ini juga dilimbas dengan kasus pandemi sebelumnya, yaitu flu burung. Banyak orang kembali membuka kasus yang dianggap telah diselesaikan secara heroik oleh mantan menteri Siti Fadhilah. Flu burung yang mematikan manusia dalam hitungan jam dinyatakan oleh WHO bersifat menular human to human yang membuatnya berstatus pandemi. Akan tetapi status tersebut dibatalkan oleh Siti Fadhilah dengan menolak vaksin dan memantapkan dirinya untuk membuktikan bahwa virus tersebut tidak bersifat menular. Yang mana kemudian tak lama dari keberhasilannya itu, ia diseret ke penjara dengan tuduhan korupsi yang dihakimi tanpa keabsahan bukti. Terdapat juga beberapa penemuan obat corona yang masih diragukan kebenarannya. Salah satu contohnya adalah suplemen penemuan dari Universitas Airlangga. Dengan menaksir imun pengidap corona yang berada diangka 400 miligram. Prof M Mukti Mubarok mengatakan bahwa suplemen yang mengandung lebih dari 500 miligram imun ini dalam membuat corona terelakkan.
Segala macam terkait pandemi ini juga menjadi rancu. Segala aspek kehidupan menjadi bimbang dan terancam. Dua faktor penting yang berkesinambungan ini yaitu kesehatan dan ekonomi membuat pemerintah seakan menelan buah simalakama. Apalagi negri kita yang sedang sakit lalu hari ini rasanya ditusuki pening pula jadilah kita ambyar. Maka baiknya kita meningkatkan kepekaan dalam diri kita terhadap diri dan sesama karena hari ini dan yang akan datang bentuknya akan menjadi lebih rucut yang luas yaitu tentang kepedulian sebagai makhluk Tuhan.

Editor: Tim Redaksi Dekombat

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tuntunan Ibadah Ramadan 1442 H dalam kondisi Pandemi Covid-19

Dekombat.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada tanggal 22 maret 2021 Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan “Tuntunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *