“Bedak-Bedak” Keniscayaan di Tahun 2018

“Bedak-Bedak” Keniscayaan di Tahun 2018

Sumber : www.grand-studio.com

Oleh : IMMawan Ade Ahmad Wijaya

Tahun 2018, tahun yang penuh drama dimana akan dimainkan oleh pemeran yang menggunakanbedak-bedak bergincu dipelosok desa untuk menjaring mangsa suara sebanyak-banyaknya. Calon-calon politikus yang katanya siap mengkultuskan dirinya untuk maju menjadi pemimpin daerah bergegas menghias citranya agar bercahaya sehingga masyarakat memandang calon pemimpinnya seolah-olah bernuansa bersih dalam menjalankan amanah rakyat.

Blusukan tidaklah cukup untuk bermain menebar nama, bersarang ke selokan, bertampilan dengan sepasang sandal jepit dibawah kaos oblong lesuh memikat simpati kaum miskin bahwa dirinyalah calon pemimpinnya paling merakyat. Tak cukup dengan itu, petani disambangi agar calon pemimpin pandai merangkul cangkul.

Sebagian besar calon pemimpin daerah melakukan ritual sesembahan kepada Tuhan-nya dengan mendatangi pondok-pondok pesantren, merubah penampakan memakai surban dan berpeci lantas dengan semangat keimanan berani mencium tangan-tangan kyai.

Pertarungan-pertarungan politik di tahun sebelumnya, tak ada sistem pemilu yang abadi. Partai-partai politik hanya memandang bagaimana untuk menang dan bagaimana merancang strategi tanpa memikirkan bagaimana cara menjalankan kemenangan dan menunaikan amanah yang  diberikan. Semua hanyalah dalam pertarungan pesta demokrasi menang-kalah tanpa ada yang mau mengalah. Walaupun pada masa sebelumnya menjadi kawan koalisi sekita bisa menjadi duri dalam tirani. Saling merangkul dan saling mendukung dengan calon pemimpinyang yang akan diusung, tak segan-segan pada tahun ini untuk memenangkan pertarungan kursi jabatan malah menjadi lawan injak-injakan.

Sebagai tahun pemanasan poliitik yang puncak klimaks suhu politik pada tahun 2019. Terdapat 17 pemilihan gubernur, 39 pemilihan walikota, dan 115 perebutan kursi bupati. Masyarakat janganlah kaget jika beberapa partai-partai saling berkoalisi dan berkompetisi merebut hati rakyat dengan segala dalih pembeneran yang seakan-akan menjadi sebuah fatwa yang harus kita pilih dan jalankan. Bisa jadi ini tahun keniscayaan politik yang memperpanjang umur pesta demokrasi Indonesia yang takkan pernah mencapai etika terbaik dari berpolitik.

Masyarakat haruslah penuh kehati-hatian dalam menentukan sikap politiknya di tahun 2018. Jangan sampai masyarakat terhasut kedalam keniscayaan untuk meramaikan gincu-gincu serta memperluas topeng-topeng demokrasi hingga membuat calon-calon tertawa berseri-seri. Terlebih generasi muda yang bakalan menjadi sasaran empuk untuk dikorbankan mengais recehan dalammemperbesar gelembung suara. Jangan sampai ditahun politik ini menjadi penanaman massal pola pikir generasi muda dalam berpolitik untuk memisahkan kehidupan dan ruang politik yang masih sangat luas. Jika generasi muda hanya mengikuti arus dengan sikap acuh tak acuh hanya akan membuatnya terdampar didalam kebutaan politik sehari-hari.

Sejatinya manusia telah melampaui kemesraan didalam ruang  politik sehari-hari. Tanpa sadar, kehidupan sehari-hari masyarakat diatur dengan politik diberbagai aspek sepeti harga pangan, pendidikan, berpakain, kesehatan, seksualitas, dan lain-lain melalui kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi. Politik tak hanya hadir disaat pemilu, ruang politik tak sesempit di dalam tempat pemungutan suara (TPS). Politik meliputi semua ruang yang didalamnya dijumpai kehidupan untuk mencapai tujuan bersama. Daya kritis masyarakat harus terus dipacu untuk tetap melek melihat situasi saat ini agar tidak hanya mengikuti arus pesta bedak-bedak demokrasi. Lantas, apakah kita yang akan ikut mempertebal bedak itu dengan gincu? Atau malah kita akan melunturkan bedak-bedak gincu itu agar pesta demokrasi Indonesia beretika alami? Oh sayangnya, saya haya menjadi penonton drama kebohongan itu.

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

RESMI! BANK SYARIAH INDONESIA. BAGAIMANA PENDAPAT MASYARAKAT FEB?

DEKOMBAT.COM – Senin (1/2) Bank Syariah Indonesia resmi disahkan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *