Cerpen: AKU MENINGGALKAN NYA KARENA ALLAH

AKU MENINGGALKANYA KARNA ALLAH

Oleh: Immawati Fara Daffa

“Sakit itu bukan saat kita di jaukan dari seseorang, tetapi sakit itu ketika kita jauh dari Rabb Sang Maha Cinta”
Namaku adalah Kaila, lengkapnya adalah Kaila Zahra Anisa. Aku tiga bersaudara dan aku anak paling terakhir. Kedua kakakku sudah berkeluarga dan disinilah awal hijrahku dimulai.
Aku adalah salah satu mahasiswi di universitas ternama, dimana lagi kalo bukan di UGM. Ya Universitas Gajah Mada, yang dimana mahasiswanya terkenal dengan otak yang genius dan kebetulan aku adalah penerima beasiswa kedokteran. Ya menurutku itu sangat beruntung. Bagaimana tidak? Disaat banyak teman-temanku yang di tolak di universitas ini, aku dengan mudah masuk tanpa mengeluarkan uang sedikitpun. Ups sudah mungkin aku bercerita tentang diriku.
Hari ini seperti hari biasa aku berangkat jam tujuh mengendarai motor pemberian ayahku. Sampainya di kampus aku menunggu seseorang di parkiran dan sembari menunggu aku berfikir dengan keputusanku yang telah ku buat tadi malam bahwa hari ini sudah kuputuskan bahwa aku akan meninggalkan dia, maksudnya meninggalkan adalah aku akan memutuskan hubunganku dengan dia. Ya betul sekali orang yang sedang aku tunggu di parkiran adalah pacarku yaitu Aldo. Seseorang yang sudah menemaniku selama dua tahun ini dan dia juga satu fakultas denganku, hanya saja dia mengambil jurusan dokter gigi, walaupun begitu setiap harinya kita saling menunggu.
Eh dia datang “hai udah lama?” tanya dia, “emm lumayan sih” jawabku dengan senyuman. “Yaudah ayo ke kantin, belum sarapan kan?” ajaknya dan menebak bahwa aku belum sarapan. Sepertinya memang dia sudah hafal di luar kepala tentang aku yang tak pernah sarapan kalau berangkat kuliah. Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju.
Selesai sarapan kita langsung menuju ke kelas karena sebentar lagi kuliah akan di mulai. Sebelum kita berpisah, aku melontarkan ajakan “do nanti pulang kuliah aku mau ngomong sesuatu penting” kataku sembari menunduk. “mau ngomong apa, sekarang aja” tanya aldo sedikit heran. “Enggak nanti aja” jawabku singkat. “Oke deh aku tunggu di parkiran ya, see you” ucap aldo dengan senyuman khasnya yang membuatku tak bisa bergerak sedikitpun. Memang senyumnya selalu membuatku gagal untuk berbicara apa yang telah aku rencanakan, tapi untuk kali ini aku harus berbicara karna ini menyangkut aku dan Tuhanku.
Jam kuliah telah usai, ketika keluar kelas hatiku berdegup kencang. Aku takut jika Aldo tak bisa menerima ini semua. Huft semoga saja bisa.
Aku berjalan menuju parkiran dan Aldo sudah ada disana. Tanpa basa-basi Aldo langsung melontarkan pertanyaan “mau gomong apa?” tanya Aldo ramah. Tubuhku kaku dan lidahku kelu. Apa yang akan aku bicarakan terasa berhenti di kerongkongan, tapi hal ini harus aku bicarakan. Dalam hati aku berucap “bismillah”.
“Do aku minta kita udahan” ucapku sembari menunduk dan ketakutan. Sontak Aldo kaget karena dia ga merasa ada masalah dengan kita. “kamu bercanda ya?” tanya Aldo dengan wajah cemas. “Engga do, aku serius aku mau kita udahan, aku mau berubah do karena aku sadar kalo hubungan kita selama ini gaada ridho dari Allah” jawabku dengan menahan air mata. “Tapi kanbgak gini caranya, kita udah lama njalanin hubungan ini dan ga segampang itu aku nglepasin kamu” ucap Aldo tegas. “Aku mau berubah do, aku gamau jauh sama Tuhanku sendiri, aku masih butuh dia dan aku pengen tenang” ujarku kepada Aldo. “Oke la kalo itu keputusanmu, aku ikut seneng dan aku juga mau berubah. Kalo memang kita berjodoh kita bakal di pertemukan lagi” kata Aldo dengan senyuman. Aku menangguk dan tersenyum “makasih do” ucapku.
Setalah pertemuan itu, aku tidak penah bertemu Aldo kembali. Hari-hariku semakin menyenangkan dan hatiku semakin dekat dengan sang Rabb.
Hari ini adalah hari wisudaku dan aku dinobatkan sebagai mahasiswi berprestasi untuk tahun ini. Aku bahagia sekali dan aku berterimakasih kepada sang Rabb yang selalu mengabulkan doaku, selalu mengiringi langkahku, dan juga kedua orang tuaku yang selalu mendukungku serta memberiku motivasi.
Tiga hari setelah aku wisuda aku di pertemukan lagi dengan Aldo. Dia datang ke rumahku bersama keluarganya. Ternyata dia ingin mengkhitbahku dengan berniat baik agar cinta kita bisa di ridhoi Allah. Aku Bahagia karna janji Allah itu pasti. Sekarang aku bisa mengambil kesimpulan dari sini. Ketika kita mendekatkan diri kepada sang Rabb dan meninggalkan seseorang demi Rabb kita, maka kita akan dipertemukan kembali dengan seseorang itu.
Satu minggu setelah Aldo mengkhitbahku, kita menikah dan kita menjalani cinta di bawah ridho dari-Nya.
Ya Allah terimakasih kau telah mempertemukan kami kembali dengan cinta suci dan cinta yang di ridhoi oleh-Mu.
“Seperti kisah nabi Yusuf dan Zulaikha. Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, Allah justru menjauhkan Yusuf dari Zulaikha, namun ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah mendatangkan dan mendekatankan Yusuf kepada Zulaikha”.

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tuntunan Ibadah Ramadan 1442 H dalam kondisi Pandemi Covid-19

Dekombat.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada tanggal 22 maret 2021 Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan “Tuntunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *