LINGKUNGAN DAN MASA DEPAN UMAT MANUSIA

Sesuatu yang perlu untuk selalu kita ingat adalah bahwa Allah menciptakan segala sesuatu bukan tanpa sebab. Termasuk manusia yang kemudian diberi akal oleh Allah, satu-satunya makhluk yang menyanggupi memikul amanat tersebut. Peristiwa pengambilan keputusan itu diabadikan dalam firman-Nya :

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.” QS Al- Ahzab : 72

Sebagai salah satu makhluk Allah yang diberikan beban akal untuk menggunakan dengan sebaik-baiknya, manusia harus paham akan tugasnya sebagai khalifah dibumi Allah.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi“.” Al- Baqoroh : 30

Maka sebagai khalifah, selain diberikan oleh Allah untuk memanfaatkannya, manusia juga memiliki tugas merawat dan menjaganya serta tidak mengeksploitasinya secara berlebihan.

            Mungkin banyak yang manyangkal bahwa kerusakan atau bencana alam terjadi dengan sendirinya, yang kemudian tidak dapat dihubungkan dengan perilaku manusia. Tetapi tidak bisa kita pungkiri bahwa kerusakan alam dan krisis lingkungan adalah sebab daripada ulah manusia itu sendiri. Allah berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” Ar- Rum : 41

Membuang sampah sembarangan yang menyebabkan pada tersendatnya aliran air dan berdampak banjir, illegal logging atau penebangan liar juga menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga keseimbangan alam tidak terjaga, global warming yang terus meningkat, sampai dengan kesuburan tanah dan kurangnya sumber air menjadi petaka akibat pembalakan liar. Termasuk pembangunan yang terus-menerus menyebabkan tanah akan ditutupi oleh beton dan berdampak pada sulitnya akses air bersih dalam tanah dan serapan air ketika turun hujan deras.

Kesemuanya itu merupakan akibat dari dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia sehingga mengakibatkan gangguan keseimbangan di darat dan di laut. Sebaliknya, ketiadaan keseimbangan itu, mengakibatkan siksaan kepada manusia. Semakin banyak perusakan terhadap lingkungan, semakin besar pula dampak buruknya terhadap manusia, termasuk akan berdampak kepada manusia yang tidak berdosa disekitarnya.

            Maka sebagai umat islam yang diutus oleh Allah menjadi khalifah hendaknya selalu menjadi rahmat terhadap makhluk lainnya. Allah mengatakan dalam firman-Nya :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Kita tidak boleh hanya memanfaatkan apa yang dikeluarkan oleh alam, tetapi kewajiban kita disisi lain adalah tetap menjaga kelestarian dan menjaga keseimbangannya. Mengelola isi bumi serta memanfaatkannya harus selalu diiringi dengan menjaga dan merawatnya. Banyaknya ayat yang membahas larangan terkait pengrusakan alam menjelaskan secara implisit bahwa disisi lain kita harus mampu menjaganya. Allah mengatakan dibanyak ayat :

وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Al- A’raf : 31

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

“dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” Al- Isra’ : 26

وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Al-Ma’idah : 87

وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

“dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” Al- Baqoroh : 60

Untuk itu, salah satu bentuk syukur kita terhadap Allah SWT adalah dengan selalu menjaga dan merawat alam dengan sepenuh hati. Pemanfaatan alam dan lingkungan harus dilandasi dengan asas yang keadilan, keseimbangan, pemanfaatan bersama, serta tanggung jawab dan sikap konservasi yang berkelanjutan. Dan tentu, sebagai umat muslim yang selalu menjunjung tinggi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid sebagai bagian dari komponen bangsa, kita menyadari bahwa kehadiran umat islam sebagai khalifah harus terus terlibat aktif dalam menyelasikan persoalan lingkungan yang dihadapi oleh umat manusia.

Oleh : Immawan M. Zulfikar Yusuf

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

Musik Itu Apa Sih?

DEKOMBAT.COM – Setiap harinya sebagian besar dari kita pasti mendengarkan satu hal ini, yap musik. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *