Pisang dan Momo

Editor : Tim Redaksi Dekombat

Sebuah kebun binatang di suatu kota sedang kedatangan penghuni baru. Para petugas kebun binatang baru saja membawanya masuk ke dalam ‘rumah baru’ mereka tepat disamping ‘rumah’ momo si monyet.
“Apa kalian dari China?” tanya momo pada tetangga barunya.
“Iya kami dari China” jawab cici, salah satu panda tersebut.
“Berarti kau berbahaya. Disana kan banyak penderita covid-19” ujar momo tanpa memikirkan akibat dari perkataannya.
“Hmmm” 4 ekor panda itu saling berpandangan dan menunduk.
“Momo perkataanmu itu jahat” ucap meka, si burung merak yang berhadapan ‘rumah’ dengan momo.
“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya”
Sudah seminggu kebun binatang itu dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan dari pemerintah. Peraturan yang lama tetap diperhatikan, salah satunya dengan tidak memberikan makanan apapun kepada hewan yang ada di kebun binatang tersebut. Namun, suatu hari. . .
“Hei monyet pemalas, bergeraklah agar kami bisa melihatmu” ucap salah seorang remaja pengunjung kebun binatang tersebut. Dia melemparkan sebuah pisang kepada momo dan pergi meninggalkan momo. Dan tak lama kemudian kebun binatang itu sudah sepi.
‘Asiik dapat pisang gratis’
Beberapa hari kemudian, kebun binatang itu mengadakan tes kesehatan untuk semua hewan. Dengan hasil, hanya momo yang terinfeksi.
“Bagaimana bisa kau terinfeksi covid-19, momo?” tanya meka.
“Huuaaaaa aku pun tak tahu” jawab momo sambil menangis.
“Hmm, maaf momo, bukankah kemarin kau memakan pisang dai pengunjung itu?” sambung Cici.
“Hah? Iya aku memakannya. Apa karna pisang dari pengunjung itu? Kenapa kau tak melarangku, Cici? Haaaaaa”
“Aku sudah mengingatkanmu momo. Hanya saja kau tak mendengarkanku.”
Flashback on
Momo baru saja bangun dan melihat ada pisang di dekatnya.
“Momo jangan memakannya. Kita tidak boleh menerima makanan dari para pengunjung” teriak Cici mengingatkan.
“Ini hanya sebuah pisang. Lagi pula para penjaga tak akan tahu jika aku menghabiskannya sekarang”
“Jangan momo. Kita harus jaga kesehatan ditengah pandemi seperti ini. Tidak ada yang tahu apa ang akan terjadi pada kita kedepannya”
“Bilang saja kau iri padaku karna tak ada pengunjung yang memberikanmu makanan”
“Terserah padamu kalau begitu”
Flashback off
“Yasudah, tak apa. Kau akan dikarantina. Ikuti saja apa yang diberikan para penjaga untuk kesembuhanmu, jangan melawan. Dan teruslah berdoa agar kau bisa sembuh dengan cepat” saran meka.
“Aku takut meka. Aku tak mau sendirian disana”
“Tak apa momo. Ini demi kebaikanmu. Semuanya akan membaik seiring waktu. Percayalah, jika kau mengikuti semua yang dikatakan penjaga, kau akan cepat sembuh”
“Huuaaaaa”
Momo masih saja tersedu hingga dia dimasukkan ke dalam tempat karantina.

So, jaga kesehatan dan jangan mengeluh soal waktu karantina yang begitu lama. Tak ada yang tahu kedepannya akan terjadi apa pada kita, jika kita melanggar aturan yang dibuat.

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

Cerpen: AKU MENINGGALKAN NYA KARENA ALLAH

AKU MENINGGALKANYA KARNA ALLAH Oleh: Immawati Fara Daffa “Sakit itu bukan saat kita di jaukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.