PUISI: Waktu Hidup

Editor: Tim Redaksi Dekombat

Waktu Hidup.

Bergerak berdampingan bersama waktu.
Menyambut hari demi hari kian berlalu.
Hidup tidak selalu berjalan lurus pada harapan.
Banyak rintangan maupun tantangan.
Tetapi yakin, adalah modalku meraih impian.

Menatap jingga yang kian tenggelam.
Sore ini menuju suasana malam.
Duduk diam terpaku menatap arus kehidupan.
Membayangkan jalan hidup meraih impian.

Senjaku disertai kopi pahit.
Disertai rasa kian menjerit.
Meronta tangis menghadapi hambatan.
Aku tetap kuat mengarungi keraguan.

Saat mentari tersenyum meyapa di pagi hari.
Saat itu aku bangun menggapai mimpi.
Saat mentari kembali melambai pergi.
Saat itu juga aku mengoreksi diri.

Jalan hidup masih teramat panjang.
Di mana pesan indah selalu terngiang.
Dikala kulit keriput itu terbayang diingatan.
Membuat aku kuat menghadapi tantangan.

Hidup kadang melelahkan.
Hidup kadang membingungkan.
Hidup kadang membosankan.
Tapi senyum lebar itu membawa kekuatan.
Untuk aku berjuang, menjalani kehidupan.

Titip salam pada waktu berikutnya.
Aku akan menghantar senyum bahagia.
Doa itu pasti selalu menyertaiku dari jauh.
Berterima kasih walau hati banyak mengeluh.

Roda hidup selalu berputar.
Bergerak berharap berangan tetap tegar.
Melalui segalanya dengan senyuman.
Menghargai waktu demi waktu.
Mengingat lembaran perjalanan.
Menjadi teman yang kusebut….
Waktu hidup.

Oleh: Immawati Dea Arsanda

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

The POEMS

KELOPAK BUI Kusebar kelopak rupa kelam Belahan hijau berlatar alam Terhidu esensi alam Napak tilas …

Leave a Reply

Your email address will not be published.