RABU: Sepotong Senja untuk Pacarku


Peselancar Agung. “jazabel”
“Aku lelah,” katanya kepada angin, “siapa yang tidak lelah berjalan tanpa henti sepanjang pantai menyaksikan mayat mayat bergelimpangan? Tapi aku tidak bisa berhenti meskipun aku sudah hampir tidak kuat lagi. Harus ada yang setidaknya melihat mayat-mayat itu. Harus ada yang sekedar menghormatinya. Kalau tidak, siapa yang akan melakukannya? Tiada lagi manusia yang masih tersisa di muka bumi ini. Aku sendirian tak mungkin mengubur mereka semua, bahkan untuk menengoknya pun barangkali seluruh waktu hidupku tidak akan pernah cukup. Pantai ini tidak ada ujungnya dan mayat-mayat bertebaran sepanjang pantai tak terbilang. Harus ada yang sekedar menengoknya meski tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun semuanya sudah punah. Tinggal aku sendiri di dunia menjalani ziarah yang panjang ini,yang tak akan pernah cukup untuk duka kehidupan di muka bumi.”
Sepotong kisah dari sastra/kumpulan cerita yang dituliskan oleh Seno Gumira Ajidarma seorang sastrawan ulung yang bahasa penulisannya sangat menarik untuk dibaca, sebuah sastra kuno menggambarkan sebuah senja yang sangat indah untuk dihadiahkan kepada seseorang yang ia sayangi

Judul buku : Sepotong Senja untuk PACARKU
Penulis : Seno Gumira Ajidarma
Jumlah halaman : 205+v+xi
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-1903-2

Author: Immawan Adam

About Tim Redaksi Dekombat

Website ini dikelola oleh Tim Redaksi Dekombat IMM FEB UMY

Check Also

Malam Refleksi: IMM Organisasi Intelektual yang Terformulasikan Dalam Gerakan

Dekombat.com – Telah terlaksana acara Malam Refleksi sebagai salah satu rangkaian acara Semarak Milad IMM …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *